Stimulasi pada Janin

2013-02-06 13:01

Penulis: Syahrifa Yulia Nurmalasari   

Kehamilan merupakan sebuah proses menakjubkan dalam perjalanan hidup seorang wanita, suatu babak baru menandai proses lahirnya anggota keluarga baru. Perjalanan panjang  selama 9 bulan 10 hari bukanlah suatu hal yang dianggap enteng.  Rentang waktu itu seakan telah disiapkan oleh Tuhan untuk membentuk  wanita menjadi calon ibu. Perasaan yang tidak tahu darimana datangnya, namun menimbulkan sensasi luar biasa untuk berusaha menjaganya dengan baik inilah yang mempengaruhi perkembangan janin.

Stimulasi pra lahir yang paling direspon oleh janin adalah mendengarkan suara orang tuanya bicara, terutama suara dari ibunya.  Stimulasi ini juga paling mudah Ibu lakukan bersama dengan pasangan. Pada awalnya Ibu mungkin tidak mendapatkan respon dari janin ketika melakukan stimulasi bicara ini. Namun seiring bertambahnya usia kandungandan dan semakin sempurnanya pertumbuhan indera pendengaran, janin akan merespon dengan melakukan tendangan-tendangan lembut di perut ibu.

Ajaklah  Ia bicara sesering mungkin.  Anggaplah janin mengerti segala hal yang ibu bicarakan.  Jadikan ia sebagai teman curhat. Sambil mengelus-ngelus perut,ibu memperkenalkan diri “ Hai adik, ini Ibu” atau “Hai adik, ini Ayah”. Jangan lupa tanyakan kabar si kecil dalam perut dan apa yang sedang ia lakukan.

Stimulasi lain yang bisa dilakukan  antara lain :

Stimulasi Cahaya. Pada usia 15 minggu, walau kelopak mata masih tertutup, janin mampu merasakan cahaya. Jika Ibu menyorotkan cahaya dari lampu senter ke perut, mungkin janin akan menghindar menjauhi cahaya. Pada usia ini, organ pengecapan janin belum sempurna, tapi perkembangannya terus berlanjut. Memasuk usia 20 minggu janin sudah dapat melihat, termasuk melihat cahaya dari luar. Stimulasi cahaya menggunakan senter dapat menstimulasi otak dan penglihatannya.

Membelai. Letakkan jari-jari pada posisi punggung janin, yakni di sekitar bagian bawah perut. Lakukan gerakan membelai-belai punggung janin dari bawah sampai mencapai bagian atas perut yang merupakan posisi pantat bayi.   Akan lebih baik jika hal ini dibarengi dengan mengucapkan kata-kata yang lembut

Mengusap. Tentukan posisi punggung dan pantat bayi. Gunakan gerakan mengusap dengan telapak tangan terbuka kemudian usap-usaplah bagian perut dengan gerakan melingkar dan sedikit tekanan.Akan lebih baik jika hal ini diiringi dengan nyanyin dan musik klasik.

Menepuk. Lakukan gerakan menepuk dengan lembut pada bagian atas perut yang merupakan posisi  punggung atau pantat bayi, rapatkan jari-jemari telapak tangan.  Jika dideteksi ternayta posisi janin sungsang, maka gerakan menepuk bisa dilakukan di bawah perut.  Biasanya janin akan merespon dengan cara menendang atau melakukan gerakan lainnya. Lakukan pula hal ini di tempat yang berbeda-beda dan perhatikan apakah ia akan memberikan respon juga.

Menekan. Cobalah meletakkan tangan pada ke dua sisi perut. Gunakan ujung jari untuk menentukan posisi janin.  Rasakan bagaimana posisi badan dan kepalanya.  Selanjutnya, tempatlan kedua tangan pada kedua sisi janin dan lakukan dengan sedikit tekanan lembut.  Kemudian lakukan gerakan menekan secara merata secara perlahan. Yang perlu diperhatikan, jangan menekan terlalu keras. Stimulasi ini membuat janin merasa lebih nyaman dan tenang. Mendengar suara ibu dan ayah menciptakan hubungan emosional yang lebih erat antara orang tua dan janin. Ibu bisa merasakan perkembangan yang luar biasa ketika janin sudah lahir dimana bayi akan lebih peka terhadap suara ibu atau ayah sebagai orang yang paling banyak memberikan stimulus.  Hal ini dapat membuat janin memiliki kecerdasan yang lebih tinggi serta memiliki koordinasi gerakan tubuh yang lebih cepat.

Stimulasi diatas dapat dilakukan setiap saat.  Semakin sering dilakukan akan semakin mempererat hubungan ibu dan anak. Bagaimana Ibu..sudahkan Ananda diberikan stimulasi hari ini ?

Disarikan dari buku perkembangan anak Kalbenutritional