5 Hal Penting sebelum Menikah

2013-01-08 14:36

Penulis: Syahrifa Yulia Nurmalasari                 Editor:   Esti Ariani

Fase dewasa merupakan fase paling menarik dalam kehidupan manusia. Umumya pada usia duapuluh tahunan seseorang mulai mencari teman dekat, cinta, dan juga memikirkan hubungan yang memberikan rasa sayang, senang, puas, dan aman. Hubungan ini bisa berwujud persahabatan dan pernikahan. Persahabatan pada fase ini lebih mengarah pada kecocokan, pengertian, dan kenyamanan, bukan hanya sekedar kenal.

Persahabatan akan bertahan lama jika masing –masing individu saling memahami dan menghargai. Tak jarang berawal dari persahabatan kemudian berujung pada pernikahan. Banyak asumsi-asumsi tentang pernikahan yang berkembang di masyarakat. Terkadang orang mengartikan pernikahan adalah suatu acara peresmian hubungan pasangan agar khalayak umum mengetahuinya.  Ada pula yang mengatakan pernikahan merupakan suatu kehidupan baru.

Setiap orang mempunyai sifat yang berbeda. Terkadang pada tahap perkenalan atau pacaran kita sering menutupi kekurangan kita seolah-olah semuanya baik sehingga seseorang yang dekat dengan kita merasa nyaman dan  tidak mau ditinggalkan. Semua kekurangan yang kita sembunyikan baru akan terlihat setelah kita menikah nanti, jika masing-masing mau menerima semua kekurangan dan kelebihan niscaya hal-hal tersebut tidak akan menjadi duri dalam pernikahan, sebaliknya jika dari salah satu tidak bisa menerimanya maka tujuan pernikahan tidak akan tercapai. Apakah Anda masih menganut ‘aliran’ ini? Hilangkan ‘paham’ ini, lebih baik Anda terbuka dan apa adanya terhadap pasangan Anda. Lebih baik Anda mengetahui sifat Anda dan pasangan Anda sebelum menikah, ini akan memperkecil frekuensi gesekan dalam suatu hubungan.

Seseorang baik laki-laki maupun perempuan umumnya mempunyai pertimbangan khusus dalam mengambil keputusan untuk menikah. Mereka mengaggap menikah bukanlah perkara mudah. Mereka mempertimbangkan banyak hal sebelum mereka menikah apakah orang yang ia pilih benar-benar layak menemani sepanjang hidupnya. Maka dari itu, sebelum menikah sebaiknya seseorang memikirkan matang-matang beberapa poin penting sebelum ia melangkah lebih jauh. Berikut adalah 5 hal penting yang perlu Anda perhatikan sebelum menikah:

1. Yakin

Yakinlah dengan keputusan Anda untuk menikah. Anda harus yakin dengan keputusan ini. Keputusan ini memang benar-benar keputusan Anda dan Anda yang menginginkannya. Jangan hanya karena faktor usia, kasihan kepada kekasih Anda, hawa nafsu, dan menjaga kehormatan keluaraga Anda jadikan alasan untuk menikah. Anda harus benar-benar siap baik mental maupun yang lainnya. Pastikan Anda ingin hidup dengan pasangan pilihan Anda dan bersiaplah untuk ‘sakit’. Jangan memikirkan ‘indahnya’ pernikahan tetapi pikirkan ‘sakitnya’ pernikahan niscaya Anda akan menjaga hubungan tersebut dan akan mendapatkan indahnya.

2. Belajarlah dan Pahamilah

Banyak hal yang harus Anda pelajari dan pahami. Pelajarilah dan pahamilah baik kesalahan maupun persoalan kecil dan besar yang mungkin akan muncul dalam pernikahan. Anda harus siap menghadapi semua duri dalam perjalanan Anda, termasuk jika suatu saat Anda jatuh.

3. Keuangan

Masalah keuangan merupakan masalah krusial. Pembicaraan ini memang bukan perbincangan yang romantis, akan tetapi lebih tidak romantis lagi jika Anda bertengkar hanya gara-gara finansial. Sepakatilah bersama tentang keuangan keluarga, semisal siapa yang bertanggungjawab membayar tagihan bulanan, kepemilikan rekening bersama atau sendiri-sendiri. Pastikan ada persetujuan denagan demikian tidak akan ada kekesalan suatu hari nanti.

4. Tanggungjawab di Rumah

Sepakatilah siapa yang akan melakukan apa sebelum Anda hidup bersama. Jika masing-masing bekerja di luar rumah, bagilah tanggung jawab pekerjaan rumah. Kebanyakan laki-laki mengharapkan istrinya melakukan semua pekerjaan rumah walaupun si istri juga bekerja. Anda bisa bernegosiasi baiknya bagaimana. 

5. Masalah Ruang dan Kompromi

Saat Anda masih melajang, waktu adalah milik Anda sendiri, Anda bisa kemanapun dan dengan siapapun tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu. Pada saat Anda hidup berdua, waktu yang Anda miliki adalah milik berdua. Kebersamaan sangat berarti, namun bukan berarti kita tidak mempunyai waktu untuk menyenangkan diri sendiri. Selain itu Anda harus saling memahami, memiliki rasa memberi dan menerima. Sebagai contoh pada saat pasangan Anda membaca buku usahakan Anda tidak menggangggunya begitu pula sebaliknya. 

Pastikan Anda menikah dengan orang yang benar-benar Anda yakini bisa Anda ajak untuk mengarungi hidup bersama dan siap dalam segala hal. Satu hal yang harus Anda ingat, janganlah Anda memaksakan diri untuk menikah hanya karena melihat teman-teman sebaya Anda sudah menikah. lihatlah diri Anda sendiri tanyakan apakah sudah siap untuk menikah apa belum. Jangan hiraukan orang-orang disekitar Anda yang menyebut Anda sebagai  ‘perawan tua’ karena keberhasilan masa depan Anda bukan berada ditangan mereka melainkan ditangan Anda sendiri. Mereka hanya penonton, jika kita berhasil mereka akan mengucapkan selamat kepada kita, sebaliknya jika kita gagal mereka akan mengatai kita.